Senin, 14 Juli 2008

Smartphone Lebih Beresiko Daripada Laptop

Berdasarkan suatu penelitian, smartphone dilihat lebih memiliki resiko keamanan yang rentan daripada laptop dan mobile storage. Sekitar 94% senior staff IT takut akan resiko keamanan yang mungkin juga terjadi pada PDA. Sementara sekitar 88% user merasa khwatir dengan keamanan mobile storage mereka.

Sekitar 8 dari 10 orang mengatakan bahwa resiko keamanan pada laptop terjaga dengan baik. Hanya 4 dari 10 data yang telah dienkripsi di laptop dan data tersebut menurut informasi user merupakan data yang tidak penting. Hasil survey berasal dari 300 senior staff IT yang meneliti data dari Credant Technology. Resiko keamanan kunci pada PDA, yang telah disurvei oleh sebagian eksekutif IT. tidak akan mengganggu user ketika user memasukkan password ke dalam telepon mereka.

Sembilan dari sepuluh smartphone telah diberikan akses ke jaringan perusahaan tanpa ekstra keamanan, walaupun telepon telah menjadi milik user. Tidak ada batasan akses yang diaplikasikan ke 81% telepon. Credant Technology, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang keamanan dan software enkripsi, menyatakan bahwa smartphone menjadi lebih ‘menantang’ untuk memberikan kesempatan kepada seseorang yang ingin mencoba mencuri smartphone dan informasi aksesnya.

Peter Mitteregger, Wakil Presiden Eropa mengatakan, perusahaan pencipta smartphone hendaknya mencoba alternative lain yang mampu mengatasi masalah keamanan pada smartphone dan bagaimana melindungi data yang dimiliki user.

Handphone Beresiko Terhadap Ibu Hamil

Dalam pandangan masyarakat Indonesia, wanita hamil sedikitnya mungkin perlu memiliki pantangan agar kelak anaknya lahir dengan selamat dan lengkap tanpa kekurangan apapun. Untuk itu, wanita hamil mungkin sebaiknya memiliki list hal-hal apa saja yang mungkin sebaiknya tidak dilakukan.

Wanita hamil mungkin sebaiknya menambahkan telepon atau handphone dalam list hal-hal yang mungkin perlu dihindari, tentunya selain alkohol, sushi, dan kucing. Studi penelitian terbesar kepada 13.000 anak, telah memunculkan hasil survey bahwa wanita yang menggunakan mobile phone ketika dalam keadaan hamil cenderung kemudian melahirkan anak dengan beberapa masalah perilaku nantinya.

Penelitian yang dilakukan oleh UCLA dan Universitas Aarhus di Denmark, telah ditemukan bahwa penggunaan telepon atau handphone sekitar dua hingga tiga kali sehari dapat meningkatkan resiko pada bayi mereka menjadi hiperaktif dan mengalami kelainan sisi emosional ketika si anak mulai memasuki masa kanak-kanak.

Ilmuwan menyatakan akan bertanggung jawab terhadap hasil penelitian tersebut yang sepertinya kurang bisa diterima masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia yang selama ini hampir tidak bisa jauh dari handphone atau telepon. Namun, ilmuwan yang meneliti kasus tersebut belum mengetahui penyebab pastinya dan bagaimana mekanisme biologis pada ibu yang terkena pengaruh handphone atau telepon. Tetapi kemungkinan besar hasilnya akan tetap sama walaupun mereka tidak mengkonsumsi rokok, tidak ada sejarah dari keluarga yang berhubungan dengan penyakit kejiwaan ataupun status ekonomi.

Namun, sebelum para calon ibu menjadi ketakutan, para ilmuwan tersebut menghimbau agar berita ini dianggap sebagai perhatian dan mungkin tidak perlu dipikirkan berlebihan. Menurut ilmuwan yang meneliti kasus tersebut, para calon ibu mungkin dapat membatasi penggunaan telepon atau handphone hanya sementara hingga anak mereka lahir.(h_n)

Waspadai Sistem Wireless di Rumah Sakit

Berita mengenai kemuculan system wireless mungkin tidak selalu menguntungkan. System wireless yang digunakan di banyak rumah sakit untuk menjaga peralatan medis tetap berjalan di mana saja, dapat menyebabkan kematian mendadak bagi pasien. Menurut laporan peneliti minggu lalu, penggunaan system wireless di rumah sakit dapat menimbulkan gejala susah bernafas dan kerusakan mesin dialysis ginjal sehingga pihak rumah sakit perlu mengadakan tes untuk keamanan pasien dan rumah sakit sendiri.

Beberapa microchip dari system yang selama ini digunakan pihak rumah sakit memang telah mendapatkan pujian karena keamanannya terhadap pasien. Namun, sebaiknya pihak rumah sakit tidak terlena dengan adanya microchip tersebut. Hal ini dikarenakan, menurut penelitian, system wireless akan mengirimkan gelombang radio yang dapat mengganggu peralatan medis di rumah sakit seperti respirator, mesin dialysis ginjal, dan alat-alat lain. Peneliti menemukan masalah dalam 123 tes yang mereka lakukan dalam unit intensif di rumah sakit Amsterdam, dan ketika itu pasien tidak menggunakan peralatan rumah sakit. Gelombang elektromagnetik terjadi sekitar 30% dari tes ketika alat microchip dalam berbagai tipe peralatan medis wireless ditempatkan dalam jarak satu jengkal kaki dari mesin-mesin di rumah sakit.

Sistem wireless di rumah sakit tersebut memiliki kemungkinan berbahaya bagi pasien sekitar 20%, termasuk breathing machines yang tiba-tiba mati, mechanical syringe pumps yang tiba-tiba berhenti mengirim pengobatan hingga menyangkut hati pasien yang ikut terganggu.

Sistem wireless sendiri sebenarnya berguna untuk menjaga peralatan medis dan mengalokasikan alat medis secara cepat di mana saja dalam rumah sakit sekaligus mencegah pencurian, seperti mesin pengetes ginjal dan mesin yang ada di bagian bedah. Sistem wireless tersebut juga dapat digunakan untuk mencegah pemalsuan obat dengan cara menempelkan microchip di container obat dan mencegah kesalahan penggunaan obat dengan menjaga kesterilan alat ketika pembedahan.

Dr. Erik Jan van Lieshout, seorang pengamat spesialis dari Akademi Pusat Kesehatan Universitas Amsterdam, mengungkapkan, hal mengenai system wireless ini harus benar-benar diperhatikan pihak rumah sakit mana saja, terutama sebelum menggunakannya harus dites dulu demi keselamatan para pasien.(h_n)

Dampak Virtual Worlds bagi Pertumbuhan Anak

Maraknya pertumbuhan teknologi di virtual worlds kini bukan hanya konsumsi orang dewasa saja. Tidak dapat dipungkiri bahwa kini anak-anak kecil pun mulai dapat mengikuti perkembangan dunia maya ini melalui berbagai macam game yang terus saja berkembang dan semakin memikat mereka untuk terus memainkannya. Namun dampak dari permainan yang mereka geluti di dunia maya ini mungkin selama ini belum banyak menjadi pemikiran masyarakat luas.

Menurut sebuah diskusi grup dan penelitian pada hari Rabu (14/11) di University of Southern California yang membicarakan mengenai dampak virtual worlds pada anak-anak akhir-akhir ini, para peneliti mengakui telah lalai dengan mengabaikan dampak berbagai macam permainan ini bagi anak-anak. Namun MacArthur Foundation, sponsor dari diskusi panel ini, telah menghabiskan biaya jutaan dollar untuk melakukan penelitian untuk beberapa tahun yang akan datang guna meneliti dampak virtual worlds ini bagi anak-anak.

Dough Thomas, seorang professor dari USC's Annenberg School of Communication, mengatakan bahwa dalam banyak kasus, anak-anak telah diperkenalkan sejak dini pada teknologi yang mengajarkan kepada mereka bagaimana menjadi warga negara yang baik serta bagaimana memilih keahlian yang mereka butuhkan untuk hidup di masa mendatang. Lebih lanjut Thomas mengatakan, “Sebagai orang tua, saya tidak akan mengkhawatirkan tentang hal-hal kecil dalam permainan seperti online predator atau kekerasan didalamnya. Tetapi saya akan lebih mengkhawatirkan tentang bagaimana cara konsumsi dan gaya konsumsi diterapkan dalam sebuah permainan. Karena dalam virtual world ini, anak-anak diajarkan bahwa untuk menjadi warga negara yang baik haruslah memiliki barang-barang dan asesoris yang tepat, yang kesemuanya itu tentunya juga harus dibeli secara online”.

Namun di tengah berkembangnya game yang menciptakan virtual worlds bagi anak-anak ini, ternyata masih ada sedikit kepedulian yang ditunjukkan oleh beberapa vendor pembuat game dengan adanya education virtual worlds. Lebih lanjut jenis virtual worlds ini memang ditujukan untuk tujuan edukasi, dimana Modern Prometheus ini mengajarkan pada anak untuk belajar etika dan mengambil keputusan. Dalam game ini anak-anak dilibatkan dalam sebuah skenario di mana mereka harus membuat keputusan-keputusan strategis yang menyangkut etis dari berbagai sudut pandang yang berbeda.

Lebih lanjut Thomas menambahkan, “Pengetahuan memang berubah, dan pengetahuan merupakan serangkaian fakta yang terjadi. Sekarang sudah bukan lagi masalah ‘apa’ atau ‘dimana’, bagi anak-anak untuk belajar informasi. Namun kini yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak ini mampu beradaptasi dengan perubahan.” Sebagai orang tua kini sudah bukan waktunya lagi untuk mengkhawatirkan game apa yang dimainkan oleh anak kita, namun kita perlu khawatir jika anak kita tidak dapat bermain game, karena hal tersebut merupakan pertanda mereka tidak mampu beradaptasi mengikuti perkembangan yang ada.(dna)

Dampak Komputer bagi Kesehatan

Tenyata tak selamanya kemajuan dunia komputer berdampak positif bagi manusia. Salah satu hal yang paling mudah diamati adalah dampak komputer bagi kesehatan individu pemakainya. Dan dari semua keluhan kesehatan yang pernah ada, kebanyakan keluhan datang dari para pengguna laptop. Laptop atau notebook sebagai sarana mobile-computing memang dirancang seefesien mungkin untuk dapat dengan mudah dibawa ke manapun. Namun efesiensi yang didapat dari penggunaan laptop ini rupanya harus dibayar mahal dengan mengorbankan faktor ergonomic yang sangat berperan dalam menjamin kenyamanan dan kesehatan sang pemakai.

Salah satu kasus gangguan kesehatan dalam penggunaan laptop dialami oleh Danielle Weatherbee (29 tahun) dari Seattle, seperti yang ditulis dalam buku Using Information Technology. Karena kebiasaannya sehari-hari yang mempergunakan laptop di mana pun berada, ia kemudian mengalami gangguan tulang belakang. Setelah diperiksa, dokter mendapati tulang belakangnya sudah seperti seorang berusia 50 tahun. Inilah salah satu akibat dari dikorbankannya nilai ergonomic sebuah barang, dalam hal ini laptop.

Secara luas, memang dikenal beberapa gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh pemakaian komputer, antara lain Repetitive Stress/Strain Injury (RSI), Kelelahan Mata dan Sakit Kepala, Sakit Punggung dan Leher, dan Medan Elektromagnetik. Lebih lanjut mengenai Repetitive Stress/Strain Injury (RSI) sendiri adalah sakit pada pergelangan tangan, lengan, tangan dan leher karena otot-ototnya harus bekerja cepat dan berulang. Hal ini dapat menjadi semakin parah jika sang pemakai komputer tidak memperhatikan faktor ergonomic pemakaian komputer dalam jangka waktu lama. Faktor ergonomic sendiri sangat perlu diperhatikan untuk memperoleh kenyamanan dan posisi ideal yang sehat bagi tubuh selama pemakaian komputer.

Yang kedua adalah kelelahan mata dan sakit kepala. Sebenarnya ini merupakan keluhan yang paling banyak dikeluhkan para pemakai komputer, Computer Vision Sindrome (CVS) sendiri merupakan kelelahan mata yang dapat mengakibatkan sakit kepala, penglihatan seolah ganda, penglihatan silau terhadap cahaya di waktu malam, dan berbagai masalah penglihatan lainnya.

Untuk masalah medan elektromantik (EMF), sebenarnya telah marak dibicarakan dalam beberapa tahun terakhir ini. Banyak pihak yang mengkhawatirkan dampak medan magnetic yang terdapat pada berbagai jenis peralatan elektronik, termasuk komputer, terhadap para pemakainya. Mulai dari ketakutan akan gangguan kelahiran yang menyebabkan bayi lahir cacat hingga gangguan yang menyebabkan kanker, pernah menjadi isu seputar dampak medan magnetic. Akan tetapi hingga saat ini belum ada yang tahu pasti mengenai kebenaran dugaan tersebut. Namun begitu, di negara-negara maju seperti Inggris, pemerintahnya telah menganjurkan agar anak-anak di bawah umur mengurangi pemakaian barang-barang yang bermedan elektronik, termasuk komputer bagi anak. Menanggapi kekhawatiran tersebut, Federal Communication Commission (FCC) sebenarnya telah membuat pengukuran khusus yang disebut Specifik Absorption Rate (SAR). SAR sendiri berfungsi untuk menyediakan data tingkat radiasi dari tiap type ponsel yang ada.(dna)

Radiasi Handphone

Salah satu perusahaan di Jerman yang khawatir akan bahaya mobile phone dan menara transmisinya dapat membahayakan kesehatan manusia dan hewan, kini dapat bernafas lega dengan adanya penelitian yang dikoordinasi oleh Federal Office for Radiation Protection (BfS), Berlin.

Sigmar Gabriel, Perdana Menteri Lingkungan Jerman, mengungkapkan lebih dari 50 penelitian dalam DMF (German Mobile Telecommunications Research Programme), dari tahun 2002 hingga 2008, tidak menemukan bukti bahwa mobile phone dan menara transmisinya dapat menimbulkan resiko kesehatan dalam jarak radiasi elektromagnetik.

Program penelitian yang menghabiskan biaya sekitar USD 26 juta, difokuskan pada fungsi mekanis dari gelombang electromagnetic frekuensi tinggi dalam handphone atau ponsel, yang dapat berakibat buruk pada manusia dan hewan, dan jumlah radiasi elektromagnetik yang dihasilkan. Beberapa penelitian menamakannya blood-brain barrier, sebuah filter yang dapat mencegah substansi tertentu yang berbahaya dalam darah dari neuron terdekat dalam otak.

Dalam penelitian juga ditemukan sekitar 1,5% orang yang menamakan dirinya “electrosensitive” dan lalu mereka menyalahkan radiasi electromagnetic yang telah menyebabkan gangguan kesehatan. Para peneliti mengungkapkan bahwa mereka memang memiliki gangguan kesehatan seperti sakit kepala, dan susah tidur, yang dapat disebabkan oleh berbgai hal, namun sepertinya tidak ada hubungannya dengan radiasi elektromagnetik. Para peneliti juga menegaskan, tidak ada bukti bahwa electromagnetic dapat menyebabkan masalah kesehatan, yang dinamakan electrosensitve.

Oleh karena itu, BfS juga akan melakukan banyak penelitian untuk penggunaan ponsel dalam jangka waktu yang lama, dan akibatnya pada anak-anak dan remaja. Kemudian para peneliti memberikan saran kepada masyarakat untuk menggunakan mobile phone tidak terlalu sering, dan membeli model yang memiliki radiasi rendah, dan memastikan kondisi handphone saat diterima dalam keadaan yang baik.(h_n)

Komunikasi Masa Depan

Telah kita lihat bahwa kemajuan jaman yang semakin cepat ini telah membawa kita ke dalam suatu masa dimana gambar, suara, dan informasi dapat ditransmisikan ke tempat mana pun dibumi. Bahkan kemajuan ini secara tidak langsung telah mengubah perilaku manusia baik itu dalam berbicara maupun saat berhubungan dengan orang lain. Berikut ini beberapa perkembangan penting yang bisa kita lihat :

  1. Perkembangan Satelit
    Saat ini hampir kita lihat adanya kemacetan lalu lintas di angkasa karena satelit. Dalam beberapa tahun ini empat macam satelit akan memenuhi angkasa di bumi ini untuk melayani berbagai kebutuhan konsumen. Pertama adalah sistem TV siaran langsung, kedua adalah sistem GPS, ketiga adalah jenis satelit yang dirancang untuk ponsel dan beragam layanan lain dengan menggunakan transmisi satelit sebagai pengganti transmisi microwave antar negara. Dan yang paling menarik adalah munculnya satelit keempat yang terdiri dari jaringan satelit berkecepatan tinggi dan berorbit sangat rendah, sehingga para pengguna bisa bertukar lebih banyak data termasuk telpon video dan layanan Internet berbasis satelit. Sekarang pengguna satelit ini sudah mencapai 20 juta orang, dan dengan teknologi keempat ini diharapkan orang-orang yang tinggal di pedesan pun akan dapat menikmati teknologi ini.
  2. Teknologi Nirkabel 4G
    Telepon generasi ketiga berfungsi untuk mengirim, menerima suara dan data pada kecepatan hingga 2 megabit per detik, setara dengan koneksi Internet broadband. Hewlett Packard adalah perusahaan yang sedang melaju dari teknologi 3G ke 3.5G dan ke 4G. Isu yang ditawarkan pun sangat menarik, antara lain : kode tahan eror, kemampuan untuk mencegah kerusakan transmisi dan transcoding, proses untuk megubah video terkompresi menjadi format yang bisa diputar ulang , dll
  3. Fotonik (teknologi Optik pada kecepatam luar biasa)
    Fotonik adalah ilmu yang mempelajari pengiriman data dalam bentuk bit dengan sarana getaran cahaya yang dibawa oleh serat kaca setipis rambut. Selama 15 tahun serat kaca di kabel serat optik banyak digunakan untuk mempresentasikan suara dan data kabel pada telpon jarak jauh. Serat optik yang kuno sangat terbatas dengan jarak beberapa puluh mil lalu cahaya diubah dalam bentuk sinyal listrik, diperkuat dan diubah lagi dalam bentuk cahaya. Hal ini yang menyebabkan transmisi menjadi lambat dan berbiaya mahal. Tahun 1988 dikembangkan sebuah amplifier optik dimana alat ini mampu memperkuat sinyal cahaya tanpa mengubahnya ke dalam sinyal listrik terlebih dahulu. Setelah itu para ahli tidak berhenti meneliti dan akhirnya menemukan wave division multiplexing di mana teknologi ini memungkinkan getaran laser berbagai warna bisa dikirim pada serat mini yang sama. Hal inilah yang yang membuat serat pembawa sinyal mampu berkapasitas sampai 100 kanal per serat. Dan teknologi ini akan mampu membawa 2 trilliun bit per detik, angka ini setara dengan enam kali volume total seluruh percakapan telepon di Amerika.
  4. Radio yang Dikontrol Perangkat Lunak
    Ponsel, telepon rumah, radio, dan lain-lain memang dirancang pada band frekuensi tertentu, sehingga komunikasi pun hanya terbatas pada piranti sejenis. Penemuan baru yang disebut radio yang dikontrol perangkat lunak dapat berguna untuk mengontrol berapa banyak peranti nirkabel yang mampu mengenali dan mengelola sinyal. Dengan cara ini anda bisa berkomunikasi dengan peranti nirkabel apapun tanpa meng-upgrade ke sistem yang baru, seperti halnya teknologi sellular generasi baru, tanpa harus mengganti perangkat keras yang telah anda miliki.
  5. Komputasi Gaya Baru : Grid
    Istilah grid menunjuk pada hubungan antar server dalam tugas komputasi yang kompleks dan mengerjakan tugas-tugas baru yang dulu hanya bisa dikerjakan oleh super komputer. Grid sekarang merupakan teknologi komunikasi yang sudah tidak asing lagi seperti video conference, telecommuting, e-banking, dan beragam inovasi lainnya.